
Gangguan Tidur Dan Stroke
Gangguan tidur yang sering dijumpai adalah insomnia (sulit untuk jatuh tertidur), hypersomnia (sangat mudah jatuh tertidur), atau parasomnia (mimpi buruk). Ada satu lagi gangguan tidur yang berkaitan dengan pola nafas, yang disebut sebagai sleep disorder breathing (SDB). Sleep disorder breathing (SDB) yang umum dijumpai adalah obstructive sleep apnea. Obstructive sleep apnea adalah suatu bentuk gangguan tidur yang terkait dengan penghentian nafas selama 10 detik. Sleep Apnea adalah berhentinya bernafas saat tidur lebih dari sepuluh detik karena saluran pernafasan yang terhambat. Akibat turunnya lidah dan pengenduran dari otot serta jaringan lunak saluran pernafasan. Beberapa penelitian baru menunjukkan adanya hubungan stroke dan obstructive sleep apnea.
OSA (Obstructive Sleep Apnea) dan stroke
Gangguan tidur obstruktif merupakan salah satu bentuk faktor risiko stroke yang baru. Kajian terkini Drager (2007) menunjukkan ada peningkatan risiko stroke sebesar 2,52 kali pada penderita apnea tidur. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada penderita OSA. OSA sering ditemukan pada penderita stroke yang berhasil hidup, sebanyak 63% dari mereka yang bertahan hidup, mengalami gangguan ini. Bukti semakin banyak yang telah menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara apnea tidur dan stroke.
Kelelahan yang berlebihan disiang hari berhubungan dengan apnea tidur dapat mempengaruhi hasil pemulihan pasca stroke. Kelelahan yang berlebihan disiang hari bisa menurunkan kemampuan dan motivasi penderita stroke untuk terus menjalankan program pemulihan. Sebagai akibatnya, latihan untuk pemulihan tidak dilakukan dengan teratur, terhambatnya pemulihan dan hasilnya akan menjadi lebih memburuk.
National Sleep Foundation telah mengeluarkan beberapa pegangan untuk mendapatkan tidur malam yang baik dan sehat:
- Jagalah jadwal tidur Anda selalu teratur
- Pergilah tidur dan bangun pada waktu sama setiap malam dan pagi, bahkan di akhir minggu
- Hindari kafein di sore atau malam hari
- Hindari nikotin rokok dan alkohol sebelum waktu tidur
- Jangan makan atau minum terlalu banyak mendekati waktu akan pergi tidur
- Ciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan selera tidur di kamar, tentunya sesuai selera, misalnya tenang dan gelap, atau dengan alunan musik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar