Kamis, 15 Desember 2011

cara melatih otak kanan dan kiri




Seperti kita ketahui bersama otak kita ini – otak manusia – oleh kebanyakan orang dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri.
Otak kanan biasa diidentikkan tentang kreatifitas, dan memang benar fungsi dari otak kanan ini adalah untuk mengurusi proses berpikir kreatif manusia, contohnya adalah kemampuan komunikasi (lingusitik). Cara kerja otak kanan ini biasanya tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Contoh orang yang mengandalkan otak kanannya dibandingkan otak kirinya adalah seniman.

Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan kecerdasan analitik. Maksudnya otak kanan kita ini terkait dengan kemampuan matematis dan kemampuan berpikir sistematis seseorang. Contohnya kemampuan menyelesaikan soal matematika. Cara kerja otak ini sangat rapi, terstruktur dan sistematis. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat saat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mendetail. Orang yang biasanya lebih mengandalkan otak kiri adalah seorang peneliti atau scientist.

Tapi hati-hati jangan terlalu memforsir kerja salah satu bagian otak saja. Karena mungkin akan menyebabkan kerja bagian otak yang satunya tidak optimal

Bagamaina cara melatih dan menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri?
1. selalu berpikir kreatif dan gunakan imajinasimu
2. latihlah diri untuk mengingat dan berpikir dengan logika
3. biasakan diri dengan seni, musik dan olahraga
4. biasakan diri untuk berdoa
5. cobalah sesuatu yang baru.
6. lakukanlah kegiatan di luar kebiasaan kamu


misalnya : belajar menulis dengan tangan yang tidak biasa kamu pakai, apabila kamu suka jalan-jalan, cobalah melewati jalan lain, jangan lewati jalan yang biasa kamu lewati.

selamat mencoba!

Minggu, 23 Mei 2010

Deteksi Penyakit Melalui Mulut


Ketika terjadi gangguan mulut, entah itu di gusi, gigi atau lidah, ternyata dapat menjadi indikasi Anda mengalami gangguan kesehatan. Sebuah penelitian, seperti dikutip dari laman Aol.com, menyatakan apa yang terjadi di dalam mulut Anda bisa mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Berikut cara mengetahui kondisi kesehatan lewat gangguan kesehatan yang terjadi dalam mulut:

Aroma napas tak sedap

Jelas, biang keladi mulut berbau tak sedap bisa dipicu dari makanan tertentu, seperti bawang putih, durian, dan jenis makanan lainnya. Kurang minum atau tidak menyikat gigi dengan benar pun bisa menjadi penyebab napas Anda beraroma tak sedap.

Tapi, yang lebih berbahaya, gangguan kesehatan yang terjadi di dalam mulut, bisa menjadi awal gejala penyakit ekstraksi gigi dan gangguan tenggorokan hingga kanker mulut. Di luar mulut, bau napas tak sedap dapat dikaitkan dengan masalah sinus, diabetes, gangguan pencernaan, HIV, penyakit hati, kelainan ginjal dan masalah paru-paru. Cobalah lakukan perawatan khusus pada mulut Anda agar bau napas tak segar bisa dihilangkan. Jika perlu, berkonsultasi pada dokter untuk mengatasi masalah ini.

Bibir pecah-pecah atau terdapat luka terbuka

Tidak mendapatkan cukup zat besi, asam folat atau vitamin B-12 bisa menjadi penyebab kanker. Hal sama berlaku untuk perubahan hormonal, alergi makanan dan infeksi virus. Mulut yang teriritasi ini juga telah ditemukan terjadi pada orang yang didiagnosis dengan infeksi kulit atau penyakit lain seperti cacar air, atau yang terparah kanker mulut. Tindik di bagian mulut, cedera atau obat-obatan bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit ini. Untuk itu, waspada jika mengalami iritasi di bagian mulut.

Gigi tak terawat

Menurut American Heart Association (AHA) pada Juni 2008, kebersihan gigi dikombinasikan dengan kesehatan secara keseluruhan dapat membantu mencegah infeksi katup jantung. Tidak tidak merawat gigi dengan baik bisa berisiko mengalami masalah kesehatan mulut seperti gigi berlubang, abses dan penyakit gusi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan bakteri tumbuh lebih subur yang pada akhirnya mengakibatkan infeksi katup jantung.

Gigi tanggal

Kehilangan gigi lebih cepat dapat memprediksi demensia di kemudian hari. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Oktober 2007 dari jurnal 'American Dental Association', penulis penelitian itu menunjukkan. tidak jelas apakah hubungan ini saling berkaitan. Meski demikian memang butuh penelitian lanjutan. Sebab, berdasarkan studi Ilmuwan Jepang, hilangnya gigi juga mungkin berkaitan dengan gangguan di bagian kepala, leher, kerongkongan dan kanker paru-paru.

Warna lidah

Kondisi atau warna lidah bisa menandakan kesehatan Anda sedang terganggu. Apakah lidah berwarna putih, menggelap, berbulu, bergelombang atau beralur? Jika iya, kondisi ini bisa terjadi akibat tembakau atau memakan beberapa jenis makanan dan minuman, yang dapat memperburuk kesehatan gigi. Perubahan warna atau bentuk lidah dapat menandakan Anda kekurangan vitamin, mengalami luka atau adanya infeksi jamur. Parahnya lagi, meski kasusnya belum banyak, namun penyebab perubahan-perubahan kondisi lidah bisa diakibatkan alergi parah atau kanker mulut.

Mulut Kering

Apakah Anda pernah merasakan mulut kering sehingga Anda sulit makan, berbicara, atau menelan makanan? Hati-hati, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi, penyakit gusi dan rongga mulut. Perbanyak minum air putih sebagai solusi awal masalah ini.

Polusi Picu Hipertensi


Tinggal di area perkotaan yang tinggi polusi udara bisa memicu naiknya tekanan darah. Sumber polusi bisa berasal dari kendaraan bermotor, debu jalanan, ataupun polutan dari pembangkit listrik.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap 5.000 orang mengenai terjadinya penyakit jantung. Analisis dilakukan dengan melihat dampak polusi udara pada tekanan darah antara tahun 2000 dan 2003.

"Polusi udara bukan cuma memicu kejadian serangan jantung dan stroke, tapi juga berpengaruh pada terjadinya proses penyakit itu," kata Dr Barbara Hoffman, ketua peneliti.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terjadinya ateroklerosis atau pengerasan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung dan stroke. Dari berbagai studi sebelumnya telah diketahui bahwa peningkatan polusi udara akan meningkatkan tekanan darah, tetapi belum diketahui dampak jangka panjangnya.

Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai pembunuh terselubung. Risikonya terletak pada kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan penyakit tersebut. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke, serangan jantung, gagal ginjal, demensia, dan mati muda.

Tidak ada obat untuk tekanan darah tinggi, tetapi kondisi ini bisa dicegah dan dirawat. Perubahan gaya hidup dan obat-obatan, bila perlu, dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mempertahankannya pada tingkat yang aman

Tertawa Itu Sehat


Tertawa dilaporkan sama manfaatnya seperti melakukan olahraga ringan yang dapat merangsang nafsu makan.

Menurut sebuah studi baru yang disajikan pada pertemuan tahunan Experimental Biology 2010 di Anaheim, California, peneliti menemukan kesamaan seputar efek yang dihasilkan pada selera makan antara para pecinta olahraga dan tawa tulus yang dilakukan seseorang.

Melakukan olahraga dan tertawa mampu menormalisasi dan meningkatkan nafsu makan dengan menurunkan isi hormon leptin dalam darah dan meningkatkan kandungan ghrelin.

“Jika dilakukan secara pararel dua kegiatan ini bisa memberikan hasil yang luar biasa untuk menambah nafsu makan Anda,” kata Lee S. Berk, seorang peneliti, seperdi dikutip dari Geniusbeauty, 23 Mei 2010.

Hasil penelitian ini, kata Berk, diharapkan bisa berguna bagi para otangtua dan para pengasuh anak-anak, agar mengajak si kecil melakukan aktivitas ringan seperti tertawa dan olahraga kecil untuk merangsang nafsu makannya.

Sebagai informasi, selain menambah nafsu makan, tertawa juga memiliki manfaat lain yakni meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres dan menurunkan risiko pengembangan penyakit kardiovaskuler. Pasalnya, tertawa dapat menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah.

Selasa, 27 April 2010

My Dreams study in Netherlands to get my success

Negara kerajaan namun kehidupan demokratisnya sangat baik.
Negara ini merdeka tahun 1581 jadi cukup punya pengalaman kenegaraan yang cukup lama. Di bidang ekonomi negara ini memakai asas sosialis dimana kesejahteraan masyarakat sangat diperhatikan oleh negara. Demikian juga di bidang politik, tidak banyak terjadi gejolak dibanding dengan negara – negara lain. Di bidang sosial, masyarakat Belanda cukup santun apalagi terhadap masyarakat Indonesia sebab walaupun pernah menjajah tiga setengah abad, ikatan batin antara bangsa Indonesia dan bangsa Belanda masih kuat. Oleh sebab itu, apabila banyak pelajar Indonesia belajar disana, akan mendapatkan perhatian oleh pemerintahan Belanda dengan baik. Di bidang budaya, banyak bangsa Indonesia disana bisa mengembangkan diri dengan baik. Antara lain : pelukis pelukis, musikus, pemeran seni yang lain, banyak mengembangkan dirinya di Belanda. Bahkan banyak yang kerasan di Belanda karena talentanya lebih diakui disana. Di bidang teknologi, walaupun belanda negara kecil, namun sejajar dengan Negara adikuasa tidak ada salahnya apabila bangsa Indonesia studi di belanda. Sebagai contoh : belanda sebagai pioneer teknologi : lampu Phillips, pesawat terbang, bahkan sampai saat ini belanda dengan teknologinya yang sangat canggih, Negara itu berada di bawah permukaan laut yang dipertahankan dengan teknologinya. Bidang science, sudah tidak disangsikan lagi bahwa belanda, tempat untuk menimba ilmu disana. Beberapa pelukis terkenal di Belanda antara lain : Rembrandt van Rijn, Johannes Vermeer, Jan Steen, Vincent van Gogh Beberapa filsuf di Belanda antara lain Desiderius Erasmus dan Baruch de Spinoza. RenĂ© Descartes. dari segi pembiayaan studi, pemerintah belanda cukup memperhatikan pelajar yang berekonomi lemah dengan diberikan subsidi. Contohnya beasiswa dengan berbagai kompensasi. Bagi yang memiliki financial cukup, anada tinggal memilih studi dimana yang anda inginkan. Di mana perguruan tinggi negeri belanda memiliki mutu yang sangat bagus

Dari hasil pembicaraan dengan teman yang berada di belanda, beliau lulusan S3 tetapi hanya mengelola perpustakaan. Uhh…. Betapa hebatnya negara tersebut dibanding dengan negara berkembang, S3 itu adalah kedudukan yang tinggi dan lazimnya sebagai pengajar di perguruan tinggi,namun dinegara Belanda perpustakaan saja dikelola oleh lulusan S3,jadi betapa hebatnya Negara itu dalam keseriusan mengelola pendidikan.
Awal impianku untuk belajar di negeri Belanda,karena aku tahu bahwa Negara tersebut memiliki sistem pendidikan yang sangat baik. Sebagai negara yang masuk peringkat 10 besar untuk kategori pendidikan terbaik dunia, maka tentu saja Belanda adalah negara tujuan yang tepat untuk dikunjungi. Ada begitu banyak universitas menawarkan berbagai macam program yang berkualitas, namun yang membedakan sistem pendidikan Belanda dengan negara yang lain adalah karena di belanda sistem pendidikannya berorientasi pada peserta belajar itu sendiri, yaitu dengan memberikan perhatian dan kebebasan lebih bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendapat dan kreativitas dalam menerapkan ilmu yang dipelajari. Hal itu kemudian terbukti dengan sejumlah hasil riset ilmiah internasional Belanda bahkan selalu menempati peringkat tertinggi.
Belanda juga giat melakukan inovasi-inovasi baru dalam sistem pendidikannya, yaitu dengan menjadi Negara yang pertama menggunakan bahasa inggris dalam suatu pengantar dalam pendidikan,walaupun negara tersebut memiliki bahasa nasional sendiri yang dibanggakan. Dan juga kemudian inovasinya lainnya yang telah mendapat pengakuan internasional sebagai perintis dalam penerapan sistem pendidikan dengan sistem pendidikan dengan berorientasi pemecahan masalah.
Selain karena mutu pendidikannya, alasan lain mengapa harus memilih Belanda sebagai tujuan adalah karena budaya multikulturalnya karena sebagai negara yang letaknya berada di tengah Eropa maka tidak heran jika ada begitu banyak orang berkumpul disini. Oleh karena itu, universitas–universitas di Belanda pun kemudian menjadi tempat yang ideal untuk mengawali studi dan bertukar pengetahuan dengan negara-negara Eropa lainnya. Apalagi walaupun pendidikan di Belanda tidaklah gratis, namun biaya kuliahnya relatif terjangkau.
Maka tunggu apa lagi, mari kita susun bersama rencana untuk menjadi bagian dari kesuksesan dunia. Jika memang sudah sangat tertarik, namun terbatasi oleh masalah biaya, tenang saja karena ada begitu banyak jalan menuju Belanda. Salah satunya dengan mencari beasiswa ke Belanda
Namun jika pun ternyata kita gagal dalam mendapatkan beasiswa, jalan pun belum tertutup. Ada begitu banyak contoh pelajar, terutama yang berasal dari Asia, terkenal sangat giat mencari tambahan dana untuk biaya hidupnya dengan berkerja paruh waktu; seperti pendampin para manula, bengkel, tukang kebun, dan sebagainya. Selain itu, juga tidak tertutup kemungkinan bagi mahasiswa Indonesia untuk magang di kantor yang berhubungan dengan studi yang dipilih.
Kini banyak orang telah berhasil menempuh studinya di Belanda dan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang pernah studi di universitas atau institusi pendidikan tinggi Belanda memiliki kinerja yang sangat baik di manapun mereka berada.
Aku bermimpi untuk merubah nasib. Perjalanan hidupku sampai saat ini dalam suasana kehidupan yang sangat terbatas. Oleh sebab itu, kelak apabila mimpi – mimpiku terwujud. Dan aku mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi untuk mendapatkan pendidikan di Belanda, akan kusejahterakan bangsaku serta sejahteralah bangsa – bangsa di dunia. Dan aku menyejajarkan dengan Obama, dan aku damaikan seluruh manusia di muka bumi.
“That’s all my dream to go study in Netherlands, there are many ways to go there”
God Bless You

Selasa, 03 Februari 2009

Cara terapi hipertensi


Pada penderita hipertensi, dokter akan menyarankan modifikasi gaya hidup. Secara umum, pasien dengan pembacaan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih merupakan kandidat untuk intervensi medis, selain pada perubahan gaya hidup. Pasien dengan hipertensi sistolik terisolasi (misalnya tekanan darah 160/89 mmHg) atau usia lebih dari 65 tahun juga merupakan kandidat untuk terapi medis. Pasien prehipertensi secara umum disarankan untuk melakukan beberapa perubahan gaya hidup sebelum terapi medis dimulai.


Beberapa langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk menurunkan tekanan darah meliputi:


  • Diuretik. Pengobatan yang memicu pembentukan urin dalam ginjal, menyebabkan tubuh untuk mengalirkan cairan dan mineral, terutama sodium. Ini sering kali merupakan terapi pertama yang diberikan untuk menurunkan tekanan darah. Meskipun sudah sering digunakan, obat ini sering memberikan efek yang tidak diinginkan, seperti kadar kalium yang rendah (hipokalemia). Efek samping ini dapat diminimalkan dengan pemakaian diuretik hemat kalium.

  • Penyekat alfa dan penyekat beta. Pengobatan yang menghambat reseptor alfa dan beta pada berbagai tempat di sistem saraf pusat. Obat ini membantu melemaskan arteri, mengurangi kekuatan denyut jantung dan menurunkan tekanan darah. Penyekat beta terutama berguna pada pasien dengan penyakit jantung, namun mereka sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada pasien diabetes karena dapat mencampuri respon normal tubuh terhadap kadar gula yang berfluktuasi. Penyekat alfa bekerja melalui norepinefrin, yang mana akan menyebabkan peningkatan aktivitas jantung. Meski demikian, obat ini biasanya tidak digunakan sebagai terapi lini pertamakarena pasien akan timbul toleransi terhadap pengobatan dan pemakaiannya dilaporkan meningkatkan kejadian kardiovaskular.

  • Penghambat Enzim Konversi Angiotensin (EKA). Obat ini merupakan vasodilator yang membantu menurunkan tekanan darah dengan menghambat substansi dalam darah yang menyebabkan pembuluh darah akan mengerut (konstriksi). Beberapa studi baru-baru ini menyatakan bahwa golongan obat ini lebih baik dari pada lainnya untuk mencegah stroke, penyakit jantung dan penyakit ginjal pada pasien-pasien (terutama mereka yang diabetes) dengan faktor risiko untuk penyakit vaskular / pembuluh darah. Obat-obatan ini juga bermanfaat pada pasien dengan yang telah menderita penyakit jantung.

  • Penghambat reseptor Angiotensin II. Golongan obat baru ini menunjukkan hasil yang cukup baik dan menjanjikan dalam menurunkan komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Mereka mempunyai efek yang mirip dengan pengahambat EKA meskipun lebih spesifik pada aksinya dan memiliki efek samping yang lebih sedikit. Meskipun penyekat beta, penghambat EKA dan diuretik pada saat ini lebih sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, penghambat reseptor angiotensin nampaknya akan lebih banyak lagi diresepkan di masa datang.

  • Penghambat kanal kalsium. Obat-obatan ini merupakan vasodilator yang menghambat aliran kasium ke dalam jantung dan menurunkan tekanan darah. Meskipun demikian, kebanyakan studi tidak memperlihatkan manfaat obat ini dalam menurunkan risiko kematian dari tekanan darah tinggi, dan beberapa dariobat-obatan ini dapat meningkatkan risiko kematian dari tekanan darah tinggi.

Meskipun beberapa dari obat-obatan baru memperlihatkan manfaatnya dalam menurunkan baik tekanan darah dan risiko penyakit jantung, mereka belum diuji satu sama lainnya sampai baru-baru ini. Melalui studi Antihypertensive and Lipid Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT). Dimulai pada tahun 1994, melibatkan lebih dari 42 000 dan merupakan trial sejenisnya yang terbesar, studi ini menunjukkan bahwa diuretik ”tradisional” lebih efektif dalam mengobati tekanan darah tinggi dan sebaiknya digunakan sebagai terapi lini pertama. Pasien dengan tekanan darah tinggi secara acak diberikan diuretic, penyekat kalsium, penghambat EKA atau penghambat alfa.
Hasil studi ini dalam 5 tahun kemudian, dibandingkan dengan obat lainnya yang digunakan dalam studi ini, diuretik tidak hanya lebih efektif secara signifikan dalam menurunkan tekanan darah, namun juga dalam menurunkan risiko kejadian kardiovaskular ( misalnya stroke, angina, gagal jantung). Kategori penghambat alfa dihentikan pada tahun 2000 karena kejadian kardiovaskular dan perawatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan diuretik. Berdasarkan temuan ini, peneliti di ALLHAT menyimpulkan bahwa terapi obat-obatan dengan hipertensi sebaiknya dimulai dengan diuretik.
Penelitian tambahan difokuskan pada risiko akibat obat-obatan yang digunakan untuk terapi hipertensi. Beberapa studi akhir-akhir ini menyampaikan kemungkinan obat penurun tekanan darah dapat mempercepat risiko penyakit diabetes, terutama pada mereka yang mempunyai risiko penyakit diabetes. Penghambat beta dan diuretic merupakan kelas obat yang paling sering dikaitkan dengan diabetes. Sebaliknya, ARB dan penghambat EKA paling aman untuk diabetes. Penelitian tambahan diperlukakan untuk mengkonfirmasi hasil-hasil pada studi ini.
Peneliti juga memeriksa pemakaian kombinasi obat untuk pengobatan tekanan darah tinggi yang efektif. Kebanyakan pasien mengkonsumsi obat yang terpisah untuk mengontrol tekanan darah mereka. Peneliti mengevaluasi kombinasi obat dengan dosis yang lebih rendah dalam satu sediaan kapsul. Para peneliti percaya bahwa penelitian yang baik diperlukan untuk melihat manfaat terapi ini.
Mayoritas pasien dengan tekanan darah tinggi akan memerlukan obat-obatan selam hidup mereka untuk mengontrol tekanan darah mereka. Pada beberapa kasus, dua atau tiga antihipertensi dapat diberikan. Beberapa studi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kombinasi tersebut tidak hanya menurunkan tekanan darah namun juga menurunakan risiko stroke dan penyakit jantung iskemik. Penelitian yang lainnya menyarankan penghentian pemakaian obat antihipertensi pada pasien dengan tekanan darah yang tidak terlalu tinggi dan hanya menjalani perbaikan gaya hidup saja. Perubahan gaya hidup yang paling penting pada studi yang ada adalah penurunan berat badan dan konsumsi diet rendah garah. Strategi seperti latihan, rencana diet dan terutama perubahan obat-obatan sebaiknya didiskusikan dengan dokter sebelum diaplikasikan.
Para peneliti juga telah mencari sumber genetic tekanan darah tinggi. Dengan mengidentifikasi gen penyebab tekanan darah tinggi pada pasien dapat menolong dokter untuk meresepkan obat antihipertensi yang paling efektif.
Modifikasi gaya hidup:
Masyarakat dengan tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari beberapa aktivitas tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung pada tingkat yang membahayakan. Diantaranya :



  • sauna atau ruang uap

  • mandi uap

  • kolam air hangat

  • berendam air panas

  • kolam renang yang hangat

Sangat penting bagi penderita hipertensi untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk aktivitas tersebut diatas hanya kurang dari 10 menit. Setelah terjadinya paparan terhadap lingkungan ini, pasien sebaiknya duduk menjauh dari sumber panas selama beberapa menit sebelum berdiri kembali dengan tujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya pusing kepala atau pingsan (sinkope).
Pasien hipertensi harus lebih berhati-hati mengenai pemakaian obat-obatan bebas (OTC) yang mengandung vaskokonstriktor, yang dapat menaikkan tekanan darah. Obat-obatan tersebut seperti:



  • tetes mata

  • antihistamin

  • flu, sinus dan obat batuk (terutama yang mengandung dekongestan)

Pasien hipertensi disarankan untuk mengikuti anjuran dokter mengenai pengobatan untuk mencegah konsekuensi kesehatan yang serius. Pasien juga disarankan untuk berdiskusi dengan dokter mengenai efek samping atau hal lainnya yang berhubungan dengan pengobatan.

Thanks!!

Senin, 05 Januari 2009

Gula darah sebabkan penurunan fungsi kognitif


Sebuah studi baru melaporkan bahwa peningkatan gula darah bisa merusak memori dengan mempengaruhi dentate gyrus, area di otak dalam hippocampus yang membantu pembentukan memori. Para peneliti mengatakan bahwa dampak ini bisa dilihat bahkan saat kadar gula darah, glukosa, hanya meningkat sedikit. Penemuan ini bisa membantu menjelaskan penurunan kemampuan kognitif yang disebabkan usia karena regulasi glukosa semakin buruk seiring dengan pertambahan usia. Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Columbia University Medical Center ini dipublikasikan di issue of Annals of Neurology edisi Desember.
Diketahui bahwa penurunan fungsi kognitif seiring dengan pertambahan usia, berarti Kemampuan metabolisme glukosa mulai menurun saat usia 30 sampai 40. Metabolisme glukosa bisa ditingkatkan dengan latihan fisik Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan magnetic resonance imaging resolusi tinggi untuk memetakan area-area di otak pada 240 orangtua yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Mereka menemukan korelasi antara peningkatan kadar gula darah dan penurunan volume darah otak, atau aliran darah, di dentate gyrus, sebuah indikasi penurunan aktifitas metabolik dan fungsi di area otak tersebut.
Dengan memanipulasi kadar gula darah pada tikus dan monyet, para peneliti mengatakan, mereka mencoba memastikan penyebab dan akibat hubungan antara peningkatan glukosa dan pengurangan volume darah.
Bruce S. McEwen, yang memimpin laboratorium neuroendokrinologi di Universitas Rockefeller di New York dan tidak terlibat dalam studi ini mengatakan bahwa penemuan studi ini sangat penting, tidak hanya bagi orangtua tetapi juga bagi anak-anak dan remaja yang berisiko mengalami diabetes jenis 2. "Saat berpikir mengenai diabetes, kita juga berpikir mengenai penyakit jantung dan semua konsekuensinya terhadap seluruh bagian tubuh, tetapi kita biasanya tidak berpikir mengenai otak," katanya."Kita harus cemas akan hal ini. Kita harus memikirkan risikonya, tidak hanya bagi penyakit jantung dan kelainan metabolik, tetapi juga kemampuan kognitif, untuk memastikan kemampuan mengikuti perkembangan pendidikan dan persaingan serta tuntutan yang kompleks dalam masyarakat." Studi observasi sebelumnya menunjukkan bahwa aktifitas fisik mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif, dan studi ini juga telah menemukan bahwa diabetes meningkatkan risiko demensia. Studi sebelumnya juga telah menemukan hubungan antara diabetes jenis 2 dengan disfungsi di area dentate gyrus.
Sheri Colberg-Ochs, seorang guru besar tamu di bidang ilmu olahraga di Universitas Old Domino, Norfolk, mengatakan, penelitiannya menemukan bahwa olahraga secara teratur, bahkan hanya dengan aktifitas fisik ringan, bisa menggantikan dampak-dampak negatif dari diabetes jenis 2 dalam penurunan fungsi kognitif."Tidak jelas bagaimana mekanismenya, tetapi ini mungkin berkaitan dengan dampak insulin," kata Sheri.
Studi baru ini sangat menarik karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagian mana di daerah hippocampus yang paling dipengaruhi oleh diabetes yang tidak terkontrol," urainya. "Tetapi, peningkatan glukosa darah yang terlihat dalam studi ini lebih ringan dan tidak dapat dipertimbangkan sebagai penyakit," kata Small.
"Ini merupakan bagian normal dari proses penuaan, seperti terbentuknya kerutan di kulit," katanya."Ini terjadi pada setiap orang, dan proses ini semakin memburuk seiring bertambahnya usia."