Selasa, 03 Februari 2009

Cara terapi hipertensi


Pada penderita hipertensi, dokter akan menyarankan modifikasi gaya hidup. Secara umum, pasien dengan pembacaan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih merupakan kandidat untuk intervensi medis, selain pada perubahan gaya hidup. Pasien dengan hipertensi sistolik terisolasi (misalnya tekanan darah 160/89 mmHg) atau usia lebih dari 65 tahun juga merupakan kandidat untuk terapi medis. Pasien prehipertensi secara umum disarankan untuk melakukan beberapa perubahan gaya hidup sebelum terapi medis dimulai.


Beberapa langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk menurunkan tekanan darah meliputi:


  • Diuretik. Pengobatan yang memicu pembentukan urin dalam ginjal, menyebabkan tubuh untuk mengalirkan cairan dan mineral, terutama sodium. Ini sering kali merupakan terapi pertama yang diberikan untuk menurunkan tekanan darah. Meskipun sudah sering digunakan, obat ini sering memberikan efek yang tidak diinginkan, seperti kadar kalium yang rendah (hipokalemia). Efek samping ini dapat diminimalkan dengan pemakaian diuretik hemat kalium.

  • Penyekat alfa dan penyekat beta. Pengobatan yang menghambat reseptor alfa dan beta pada berbagai tempat di sistem saraf pusat. Obat ini membantu melemaskan arteri, mengurangi kekuatan denyut jantung dan menurunkan tekanan darah. Penyekat beta terutama berguna pada pasien dengan penyakit jantung, namun mereka sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada pasien diabetes karena dapat mencampuri respon normal tubuh terhadap kadar gula yang berfluktuasi. Penyekat alfa bekerja melalui norepinefrin, yang mana akan menyebabkan peningkatan aktivitas jantung. Meski demikian, obat ini biasanya tidak digunakan sebagai terapi lini pertamakarena pasien akan timbul toleransi terhadap pengobatan dan pemakaiannya dilaporkan meningkatkan kejadian kardiovaskular.

  • Penghambat Enzim Konversi Angiotensin (EKA). Obat ini merupakan vasodilator yang membantu menurunkan tekanan darah dengan menghambat substansi dalam darah yang menyebabkan pembuluh darah akan mengerut (konstriksi). Beberapa studi baru-baru ini menyatakan bahwa golongan obat ini lebih baik dari pada lainnya untuk mencegah stroke, penyakit jantung dan penyakit ginjal pada pasien-pasien (terutama mereka yang diabetes) dengan faktor risiko untuk penyakit vaskular / pembuluh darah. Obat-obatan ini juga bermanfaat pada pasien dengan yang telah menderita penyakit jantung.

  • Penghambat reseptor Angiotensin II. Golongan obat baru ini menunjukkan hasil yang cukup baik dan menjanjikan dalam menurunkan komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Mereka mempunyai efek yang mirip dengan pengahambat EKA meskipun lebih spesifik pada aksinya dan memiliki efek samping yang lebih sedikit. Meskipun penyekat beta, penghambat EKA dan diuretik pada saat ini lebih sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, penghambat reseptor angiotensin nampaknya akan lebih banyak lagi diresepkan di masa datang.

  • Penghambat kanal kalsium. Obat-obatan ini merupakan vasodilator yang menghambat aliran kasium ke dalam jantung dan menurunkan tekanan darah. Meskipun demikian, kebanyakan studi tidak memperlihatkan manfaat obat ini dalam menurunkan risiko kematian dari tekanan darah tinggi, dan beberapa dariobat-obatan ini dapat meningkatkan risiko kematian dari tekanan darah tinggi.

Meskipun beberapa dari obat-obatan baru memperlihatkan manfaatnya dalam menurunkan baik tekanan darah dan risiko penyakit jantung, mereka belum diuji satu sama lainnya sampai baru-baru ini. Melalui studi Antihypertensive and Lipid Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT). Dimulai pada tahun 1994, melibatkan lebih dari 42 000 dan merupakan trial sejenisnya yang terbesar, studi ini menunjukkan bahwa diuretik ”tradisional” lebih efektif dalam mengobati tekanan darah tinggi dan sebaiknya digunakan sebagai terapi lini pertama. Pasien dengan tekanan darah tinggi secara acak diberikan diuretic, penyekat kalsium, penghambat EKA atau penghambat alfa.
Hasil studi ini dalam 5 tahun kemudian, dibandingkan dengan obat lainnya yang digunakan dalam studi ini, diuretik tidak hanya lebih efektif secara signifikan dalam menurunkan tekanan darah, namun juga dalam menurunkan risiko kejadian kardiovaskular ( misalnya stroke, angina, gagal jantung). Kategori penghambat alfa dihentikan pada tahun 2000 karena kejadian kardiovaskular dan perawatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan diuretik. Berdasarkan temuan ini, peneliti di ALLHAT menyimpulkan bahwa terapi obat-obatan dengan hipertensi sebaiknya dimulai dengan diuretik.
Penelitian tambahan difokuskan pada risiko akibat obat-obatan yang digunakan untuk terapi hipertensi. Beberapa studi akhir-akhir ini menyampaikan kemungkinan obat penurun tekanan darah dapat mempercepat risiko penyakit diabetes, terutama pada mereka yang mempunyai risiko penyakit diabetes. Penghambat beta dan diuretic merupakan kelas obat yang paling sering dikaitkan dengan diabetes. Sebaliknya, ARB dan penghambat EKA paling aman untuk diabetes. Penelitian tambahan diperlukakan untuk mengkonfirmasi hasil-hasil pada studi ini.
Peneliti juga memeriksa pemakaian kombinasi obat untuk pengobatan tekanan darah tinggi yang efektif. Kebanyakan pasien mengkonsumsi obat yang terpisah untuk mengontrol tekanan darah mereka. Peneliti mengevaluasi kombinasi obat dengan dosis yang lebih rendah dalam satu sediaan kapsul. Para peneliti percaya bahwa penelitian yang baik diperlukan untuk melihat manfaat terapi ini.
Mayoritas pasien dengan tekanan darah tinggi akan memerlukan obat-obatan selam hidup mereka untuk mengontrol tekanan darah mereka. Pada beberapa kasus, dua atau tiga antihipertensi dapat diberikan. Beberapa studi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kombinasi tersebut tidak hanya menurunkan tekanan darah namun juga menurunakan risiko stroke dan penyakit jantung iskemik. Penelitian yang lainnya menyarankan penghentian pemakaian obat antihipertensi pada pasien dengan tekanan darah yang tidak terlalu tinggi dan hanya menjalani perbaikan gaya hidup saja. Perubahan gaya hidup yang paling penting pada studi yang ada adalah penurunan berat badan dan konsumsi diet rendah garah. Strategi seperti latihan, rencana diet dan terutama perubahan obat-obatan sebaiknya didiskusikan dengan dokter sebelum diaplikasikan.
Para peneliti juga telah mencari sumber genetic tekanan darah tinggi. Dengan mengidentifikasi gen penyebab tekanan darah tinggi pada pasien dapat menolong dokter untuk meresepkan obat antihipertensi yang paling efektif.
Modifikasi gaya hidup:
Masyarakat dengan tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari beberapa aktivitas tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung pada tingkat yang membahayakan. Diantaranya :



  • sauna atau ruang uap

  • mandi uap

  • kolam air hangat

  • berendam air panas

  • kolam renang yang hangat

Sangat penting bagi penderita hipertensi untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk aktivitas tersebut diatas hanya kurang dari 10 menit. Setelah terjadinya paparan terhadap lingkungan ini, pasien sebaiknya duduk menjauh dari sumber panas selama beberapa menit sebelum berdiri kembali dengan tujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya pusing kepala atau pingsan (sinkope).
Pasien hipertensi harus lebih berhati-hati mengenai pemakaian obat-obatan bebas (OTC) yang mengandung vaskokonstriktor, yang dapat menaikkan tekanan darah. Obat-obatan tersebut seperti:



  • tetes mata

  • antihistamin

  • flu, sinus dan obat batuk (terutama yang mengandung dekongestan)

Pasien hipertensi disarankan untuk mengikuti anjuran dokter mengenai pengobatan untuk mencegah konsekuensi kesehatan yang serius. Pasien juga disarankan untuk berdiskusi dengan dokter mengenai efek samping atau hal lainnya yang berhubungan dengan pengobatan.

Thanks!!

Senin, 05 Januari 2009

Gula darah sebabkan penurunan fungsi kognitif


Sebuah studi baru melaporkan bahwa peningkatan gula darah bisa merusak memori dengan mempengaruhi dentate gyrus, area di otak dalam hippocampus yang membantu pembentukan memori. Para peneliti mengatakan bahwa dampak ini bisa dilihat bahkan saat kadar gula darah, glukosa, hanya meningkat sedikit. Penemuan ini bisa membantu menjelaskan penurunan kemampuan kognitif yang disebabkan usia karena regulasi glukosa semakin buruk seiring dengan pertambahan usia. Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Columbia University Medical Center ini dipublikasikan di issue of Annals of Neurology edisi Desember.
Diketahui bahwa penurunan fungsi kognitif seiring dengan pertambahan usia, berarti Kemampuan metabolisme glukosa mulai menurun saat usia 30 sampai 40. Metabolisme glukosa bisa ditingkatkan dengan latihan fisik Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan magnetic resonance imaging resolusi tinggi untuk memetakan area-area di otak pada 240 orangtua yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Mereka menemukan korelasi antara peningkatan kadar gula darah dan penurunan volume darah otak, atau aliran darah, di dentate gyrus, sebuah indikasi penurunan aktifitas metabolik dan fungsi di area otak tersebut.
Dengan memanipulasi kadar gula darah pada tikus dan monyet, para peneliti mengatakan, mereka mencoba memastikan penyebab dan akibat hubungan antara peningkatan glukosa dan pengurangan volume darah.
Bruce S. McEwen, yang memimpin laboratorium neuroendokrinologi di Universitas Rockefeller di New York dan tidak terlibat dalam studi ini mengatakan bahwa penemuan studi ini sangat penting, tidak hanya bagi orangtua tetapi juga bagi anak-anak dan remaja yang berisiko mengalami diabetes jenis 2. "Saat berpikir mengenai diabetes, kita juga berpikir mengenai penyakit jantung dan semua konsekuensinya terhadap seluruh bagian tubuh, tetapi kita biasanya tidak berpikir mengenai otak," katanya."Kita harus cemas akan hal ini. Kita harus memikirkan risikonya, tidak hanya bagi penyakit jantung dan kelainan metabolik, tetapi juga kemampuan kognitif, untuk memastikan kemampuan mengikuti perkembangan pendidikan dan persaingan serta tuntutan yang kompleks dalam masyarakat." Studi observasi sebelumnya menunjukkan bahwa aktifitas fisik mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif, dan studi ini juga telah menemukan bahwa diabetes meningkatkan risiko demensia. Studi sebelumnya juga telah menemukan hubungan antara diabetes jenis 2 dengan disfungsi di area dentate gyrus.
Sheri Colberg-Ochs, seorang guru besar tamu di bidang ilmu olahraga di Universitas Old Domino, Norfolk, mengatakan, penelitiannya menemukan bahwa olahraga secara teratur, bahkan hanya dengan aktifitas fisik ringan, bisa menggantikan dampak-dampak negatif dari diabetes jenis 2 dalam penurunan fungsi kognitif."Tidak jelas bagaimana mekanismenya, tetapi ini mungkin berkaitan dengan dampak insulin," kata Sheri.
Studi baru ini sangat menarik karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagian mana di daerah hippocampus yang paling dipengaruhi oleh diabetes yang tidak terkontrol," urainya. "Tetapi, peningkatan glukosa darah yang terlihat dalam studi ini lebih ringan dan tidak dapat dipertimbangkan sebagai penyakit," kata Small.
"Ini merupakan bagian normal dari proses penuaan, seperti terbentuknya kerutan di kulit," katanya."Ini terjadi pada setiap orang, dan proses ini semakin memburuk seiring bertambahnya usia."

Kamis, 01 Januari 2009

Manfaat Bawang Putih


Tanaman dengan nama latin “Allium sativum” ini termasuk bumbu dapur yang sangat popular di Asia. Bawang putih memberikan rasa harum yang khas pada masakan, sekaligus menurunkan kadar kolesterol yang terkandung dalam bahan makanan yang mengandung lemak.
Manfaat bawang putih bagi kesehatan sudah sangat popular di tengah masyarakat sejak zaman dulu. Selain sebagai pendongkrak stamina seks, kini dapat dipastikan bawang putih juga mampu menangkal flu, membasmi cacing perut, mengobati rematik, dan meredakan insomnia. Juga mampu memerangi penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, jantung koroner, diabetes, ketidakseimbangan kolesterol dan kanker. Dari sekian banyak manfaat bawang putih, para ahli telah menemukan manfaat baru bawang putih yaitu dapat mencegah berat badan dan bahkan menurunkan berat badan. Suatu tes laboratorium menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberikan gula diet akan mengalami penurunan berat jika mereka diberi juga komponen bawang putih.
Kandungan Kimia dan Kegunaannya
Senyawa yang ada pada bawang putih adalah aliin. Ketika bawang putih dimemarkan/dihaluskan, zat aliin yang sebenarnya tidak berbau akan terurai. Dengan dorongan enzim alinase, aliin terpecah menjadi alisin, amonia, dan asam piruvat. Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang. Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang (sulfur) dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara, sebab ammonia mudah menguap. Senyawa alisin berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan mengurangi tekanan darah.
Selain alisin, bawang putih juga memiliki senyawa lain yang berkhasiat obat, yaitu alil. Senyawa alil paling banyak terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru.
Memilih Bawang Putih
Bawang putih yang dipakai di dapur hanyalah salah satu dari banyak varietas bawang putih. Ada yang warna kulitnya keungu-unguan, dan ada yang bersemu merah muda. Yang popular adalah yang berwarna putih, yaitu yang kita pakai sehari-hari di dapur.
Bagaimana memilih bawang yang baik? Varietas apapun yang anda beli, pilihlah yang umbinya mulus dan kulitnya kering. Umbi yang siungnya kecil, aromanya lebih kuat. Dalam keadaan kering, bawang putih tahan disimpan berbulan-bulan, asal ditaruh ditempat yang kering dan sejuk. Jangan disimpan dilemari es, karena akan tumbuh daun. Jika udara terlalu panas, bawang putih akan cepat mengkerut dan berbubuk abu-abu.

Hubungan diet dan golongan darah


Golongan darah anda adalah kunci bagi keseluruhan sistem kekebalan tubuh anda. Antigen golongan darah anda berfungsi sebagai penjaga gerbang, menciptakan antibodi untuk menangkal penyelundup yang berbahaya. Saat antibodi mengenali antigen dari mikroba penyerbu, terjadi serangkaian reaksi yang disebut aglutinasi. Antibodi akan menempel pada antigen dari virus atau mikroba. Ketika sel – sel, virus, parasit, dan bakteri menggumpal, proses penghilangannya pun jadi lebih mudah.
Ilmuwan telah mempelajari bahwa ada banyak makanan yang berpotensi menggumpalkan sel – sel pada golongan darah tertentu. Artinya, suatu jenis makanan dapat berbahaya bagi sel – sel darah dari suatu golongan darah, tapi bermanfaat bagi sel golongan darah lain. Hal tersebut terjadi karena adanya faktor lektin. Lektin adalah protein yang beraneka ragam dan banyak dijumpai pada makanan. Lektin adalah faktor penggumpal dalam darah. Lektin digunakan organism untuk menempel dengan organism lain. Lektin digunakan virus atau bakteri spesifik pada golongan darah tertentu sehingga virus atau bakteri itu menjadi hama yang cenderung lengket pada manusia yang bergolongan darah tersebut.
Apabila anda mengonsumsi makanan yang mengandung lektin yang tidak sesuai dengan golongan darah anda, maka lektin akan mengarah organ penting dalam tubuh seperti jantung, ginjal, hati, otak, dsb. Dalam organ – organ tesebut dimulailah penggumpalan darah. Makanan yang mengandung lektin sesuai golongan darah akan mengembalikan fungsi penjagaan dari sistem kekebalan tubuh, mengembalikan metabolisme, dan membersihkan darah dari lektin berbahaya. Setiap orang akan menyadari beberapa manfaat diet ini berdasarkan kondisi tubuhnya.

Gangguan Tidur Tingkatkan Stroke


Gangguan Tidur Dan Stroke

Gangguan tidur yang sering dijumpai adalah insomnia (sulit untuk jatuh tertidur), hypersomnia (sangat mudah jatuh tertidur), atau parasomnia (mimpi buruk). Ada satu lagi gangguan tidur yang berkaitan dengan pola nafas, yang disebut sebagai sleep disorder breathing (SDB). Sleep disorder breathing (SDB) yang umum dijumpai adalah obstructive sleep apnea. Obstructive sleep apnea adalah suatu bentuk gangguan tidur yang terkait dengan penghentian nafas selama 10 detik. Sleep Apnea adalah berhentinya bernafas saat tidur lebih dari sepuluh detik karena saluran pernafasan yang terhambat. Akibat turunnya lidah dan pengenduran dari otot serta jaringan lunak saluran pernafasan. Beberapa penelitian baru menunjukkan adanya hubungan stroke dan obstructive sleep apnea.


OSA (Obstructive Sleep Apnea) dan stroke
Gangguan tidur obstruktif merupakan salah satu bentuk faktor risiko stroke yang baru. Kajian terkini Drager (2007) menunjukkan ada peningkatan risiko stroke sebesar 2,52 kali pada penderita apnea tidur. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada penderita OSA. OSA sering ditemukan pada penderita stroke yang berhasil hidup, sebanyak 63% dari mereka yang bertahan hidup, mengalami gangguan ini. Bukti semakin banyak yang telah menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara apnea tidur dan stroke.
Kelelahan yang berlebihan disiang hari berhubungan dengan apnea tidur dapat mempengaruhi hasil pemulihan pasca stroke. Kelelahan yang berlebihan disiang hari bisa menurunkan kemampuan dan motivasi penderita stroke untuk terus menjalankan program pemulihan. Sebagai akibatnya, latihan untuk pemulihan tidak dilakukan dengan teratur, terhambatnya pemulihan dan hasilnya akan menjadi lebih memburuk.

National Sleep Foundation telah mengeluarkan beberapa pegangan untuk mendapatkan tidur malam yang baik dan sehat:
  • Jagalah jadwal tidur Anda selalu teratur
  • Pergilah tidur dan bangun pada waktu sama setiap malam dan pagi, bahkan di akhir minggu
  • Hindari kafein di sore atau malam hari
  • Hindari nikotin rokok dan alkohol sebelum waktu tidur
  • Jangan makan atau minum terlalu banyak mendekati waktu akan pergi tidur
  • Ciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan selera tidur di kamar, tentunya sesuai selera, misalnya tenang dan gelap, atau dengan alunan musik.
Semoga berguna. GBU.



Minum 8 Gelas Air per Hari


Air memberikan kontribusi penting bagi kehidupan. Hampir semua sel membutuhkan air untuk melangsungkan aktivitasnya. Para dokter menganjurkan untuk banyak minum air.

Alasan :


  • karena 80% jaringan otak terdiri dari air. Dehidrasi dapat menurunkan kinerja dan konsentrasi otak. Air membantu mengalirkan dan membawa protein dan enzim menuju otak. Air juga mencuci radikal bebas yang merusak dan menimbulkan penyakit.

  • Arhtritis (radang sendi), kanker, penyakit jantung merupakan penyakit serius yang dapat dicegah dengan minum air. Sambungan antarsendi memiliki bantalan yang menjadi peredam dan melumasi persendian. jika banyak air yang tersedia, friksi antar sambungan yang terjadi sedikit, sehingga kemungkinan terkena arhtritis semakin berkurang. Air membuang racun dalam tubuh sehingga mengurangi resiko kanker. Air juga membuang kelebihan garam yang menjadi faktor tingginya tekanan darah, sehingga risiko penyakit jantung berkurang.

  • Penahan lapar. Coba minum segelas air. Air tidak mengandung kalori atau lemak. Air dapat mempercepat metabolisme dan pembakaran kalori.

  • Air membantu dalam produksi air ludah yang mencegah terjadinya gigi berlubang. Air ludah dapat menetralkan asam yang merusak enamel gigi.

  • Manusia dapat kehilangan cairan 2 sampai 4 gelas air setelah melakukan aktivitas seperti berolahraga, bernapas, dsb. Sehingga cairan yang hilang perlu diganti. Tapi jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan mual, gangguan pencernaan, bahkan koma. Tidak perlu khawatir, manusia mengalami overhydrated jika minum air 2 galon setiap hari.

Manfaat madu

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.


Kelebihan Madu :


  • Mudah dicerna: Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik.

  • Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan.

  • Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.

  • Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.

  • Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut "efek inhibisi". Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.

  • Royal jelly: Royal jelly adalah zat yang diproduksi lebah pekerja di dalam sarang. Zat bergizi tinggi ini mengandung gula, protein, lemak, dan berbagai vitamin. Royal jelly digunakan untuk menanggulangi masalah-masalah yang disebabkan kekurangan jaringan atau kelemahan tubuh.

Hello Doctor


My name Victor. Ini blogspot gw yg pertama. Dalam blogspot ini, gw mau berbagi informasi tentang masalah kesehatan. Apalagi bwt temen2 di fakultas kedokteran Ukrida. Semoga berguna dan bermanfaat. Thank you.