Minggu, 23 Mei 2010

Deteksi Penyakit Melalui Mulut


Ketika terjadi gangguan mulut, entah itu di gusi, gigi atau lidah, ternyata dapat menjadi indikasi Anda mengalami gangguan kesehatan. Sebuah penelitian, seperti dikutip dari laman Aol.com, menyatakan apa yang terjadi di dalam mulut Anda bisa mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Berikut cara mengetahui kondisi kesehatan lewat gangguan kesehatan yang terjadi dalam mulut:

Aroma napas tak sedap

Jelas, biang keladi mulut berbau tak sedap bisa dipicu dari makanan tertentu, seperti bawang putih, durian, dan jenis makanan lainnya. Kurang minum atau tidak menyikat gigi dengan benar pun bisa menjadi penyebab napas Anda beraroma tak sedap.

Tapi, yang lebih berbahaya, gangguan kesehatan yang terjadi di dalam mulut, bisa menjadi awal gejala penyakit ekstraksi gigi dan gangguan tenggorokan hingga kanker mulut. Di luar mulut, bau napas tak sedap dapat dikaitkan dengan masalah sinus, diabetes, gangguan pencernaan, HIV, penyakit hati, kelainan ginjal dan masalah paru-paru. Cobalah lakukan perawatan khusus pada mulut Anda agar bau napas tak segar bisa dihilangkan. Jika perlu, berkonsultasi pada dokter untuk mengatasi masalah ini.

Bibir pecah-pecah atau terdapat luka terbuka

Tidak mendapatkan cukup zat besi, asam folat atau vitamin B-12 bisa menjadi penyebab kanker. Hal sama berlaku untuk perubahan hormonal, alergi makanan dan infeksi virus. Mulut yang teriritasi ini juga telah ditemukan terjadi pada orang yang didiagnosis dengan infeksi kulit atau penyakit lain seperti cacar air, atau yang terparah kanker mulut. Tindik di bagian mulut, cedera atau obat-obatan bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit ini. Untuk itu, waspada jika mengalami iritasi di bagian mulut.

Gigi tak terawat

Menurut American Heart Association (AHA) pada Juni 2008, kebersihan gigi dikombinasikan dengan kesehatan secara keseluruhan dapat membantu mencegah infeksi katup jantung. Tidak tidak merawat gigi dengan baik bisa berisiko mengalami masalah kesehatan mulut seperti gigi berlubang, abses dan penyakit gusi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan bakteri tumbuh lebih subur yang pada akhirnya mengakibatkan infeksi katup jantung.

Gigi tanggal

Kehilangan gigi lebih cepat dapat memprediksi demensia di kemudian hari. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Oktober 2007 dari jurnal 'American Dental Association', penulis penelitian itu menunjukkan. tidak jelas apakah hubungan ini saling berkaitan. Meski demikian memang butuh penelitian lanjutan. Sebab, berdasarkan studi Ilmuwan Jepang, hilangnya gigi juga mungkin berkaitan dengan gangguan di bagian kepala, leher, kerongkongan dan kanker paru-paru.

Warna lidah

Kondisi atau warna lidah bisa menandakan kesehatan Anda sedang terganggu. Apakah lidah berwarna putih, menggelap, berbulu, bergelombang atau beralur? Jika iya, kondisi ini bisa terjadi akibat tembakau atau memakan beberapa jenis makanan dan minuman, yang dapat memperburuk kesehatan gigi. Perubahan warna atau bentuk lidah dapat menandakan Anda kekurangan vitamin, mengalami luka atau adanya infeksi jamur. Parahnya lagi, meski kasusnya belum banyak, namun penyebab perubahan-perubahan kondisi lidah bisa diakibatkan alergi parah atau kanker mulut.

Mulut Kering

Apakah Anda pernah merasakan mulut kering sehingga Anda sulit makan, berbicara, atau menelan makanan? Hati-hati, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi, penyakit gusi dan rongga mulut. Perbanyak minum air putih sebagai solusi awal masalah ini.

Polusi Picu Hipertensi


Tinggal di area perkotaan yang tinggi polusi udara bisa memicu naiknya tekanan darah. Sumber polusi bisa berasal dari kendaraan bermotor, debu jalanan, ataupun polutan dari pembangkit listrik.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap 5.000 orang mengenai terjadinya penyakit jantung. Analisis dilakukan dengan melihat dampak polusi udara pada tekanan darah antara tahun 2000 dan 2003.

"Polusi udara bukan cuma memicu kejadian serangan jantung dan stroke, tapi juga berpengaruh pada terjadinya proses penyakit itu," kata Dr Barbara Hoffman, ketua peneliti.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terjadinya ateroklerosis atau pengerasan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung dan stroke. Dari berbagai studi sebelumnya telah diketahui bahwa peningkatan polusi udara akan meningkatkan tekanan darah, tetapi belum diketahui dampak jangka panjangnya.

Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai pembunuh terselubung. Risikonya terletak pada kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan penyakit tersebut. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke, serangan jantung, gagal ginjal, demensia, dan mati muda.

Tidak ada obat untuk tekanan darah tinggi, tetapi kondisi ini bisa dicegah dan dirawat. Perubahan gaya hidup dan obat-obatan, bila perlu, dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mempertahankannya pada tingkat yang aman

Tertawa Itu Sehat


Tertawa dilaporkan sama manfaatnya seperti melakukan olahraga ringan yang dapat merangsang nafsu makan.

Menurut sebuah studi baru yang disajikan pada pertemuan tahunan Experimental Biology 2010 di Anaheim, California, peneliti menemukan kesamaan seputar efek yang dihasilkan pada selera makan antara para pecinta olahraga dan tawa tulus yang dilakukan seseorang.

Melakukan olahraga dan tertawa mampu menormalisasi dan meningkatkan nafsu makan dengan menurunkan isi hormon leptin dalam darah dan meningkatkan kandungan ghrelin.

“Jika dilakukan secara pararel dua kegiatan ini bisa memberikan hasil yang luar biasa untuk menambah nafsu makan Anda,” kata Lee S. Berk, seorang peneliti, seperdi dikutip dari Geniusbeauty, 23 Mei 2010.

Hasil penelitian ini, kata Berk, diharapkan bisa berguna bagi para otangtua dan para pengasuh anak-anak, agar mengajak si kecil melakukan aktivitas ringan seperti tertawa dan olahraga kecil untuk merangsang nafsu makannya.

Sebagai informasi, selain menambah nafsu makan, tertawa juga memiliki manfaat lain yakni meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres dan menurunkan risiko pengembangan penyakit kardiovaskuler. Pasalnya, tertawa dapat menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah.